KAMU, AKU DAN KECOA

 



Ku baca kembali isi chat message ku di HP yang sudah beberapa bulan lalu.

"Kamu suka main layang-layang  gak?"

Gak, Bu.”

Why?

“Saya takut dan gak boleh.”

“Terus kamu bisa permainan catur?”

“Sedikit bisa  tapi tidak gak jago.”

“Jadi apa dong yang kamu suka? Makanan apa kesukaan kamu?”

“Semua makanan saya suka terutama nasi.”

“Wah sama dong, Ibu juga suka dengan nasi.”

Ibu perhatikan, “Kenapa kamu kok beda ya dengan anak-anak lain pada masa sekarang?”

Habis saya terbiasa makan apa yang ada tak  boleh pilah-pilih walaupun ada keinginan mencoba ini itu.

Ya bagus juga, jadi kamu penurut dan tidak mau melawan Ibu mu.

Kemudian tiba-tiba dia memberitahu secara terbuka. “Maaf Bu, saya sudah tidak mempunyai Ibu sejak kecil ketika usia saya tiga tahun. Saya tidak tahu persis rupa Ibu saya seperti apa.”

 

Dan pada suatu hari postingan aku di Instagram. Aku mengupload foto wefie sambil pegang kamera dengan latar di pantai saat suasana sunset. Sebetulnya foto itu terlihat kacau sebab aku diapit oleh dua gadis, namanya Rezky dan Richi. Jadi ada salah seorang berkomentar.

“Wah, Mbak keren lho.”

Lalu saya membalasnya, “Eh jangan panggil Mbak, saya sudah oma-oma. Jadi panggil saja Ibu.”

 

Dari situlah kira-kira awal perkenalan melalui feed Instagram. Hari-hari berikutnya jadi sering berbalas komentas tentang hal apa saja yang diupload di medsos. Akhirnya saya pun jadi ngeh, orang yang selama ini saya kenal rupanya fotografer. Hampir yang diupload pada akun medsosnya itu selalu hasil jepretan pengantin.

 

Hari-hari berlalu dengan seringnya balas membalas konten yang saya upload. Sampai sedetailnya kadangan komenan yang dikasihnya. Dari foto yang bertiga itu saja, dia bilang, “WuIdih, Kameranya bagus, keren dah.”

Saya pun bercerita, “Padahal waktu itu pegangnya sambil gemetaran loh.”

Dia balas di kolom komentar itu “ sudah benar kok itu cara megang kameranya.”

 

Lantas saya berpikir sepertinya ada ketertarikan darinya dan memancing keingintahuan ku tentang sosok anak itu.  Karena saya pernah melihat dari insta story yang dia buat tentang mental Ilness.

 

Berangkat dari rasa penasaran, saya coba untuk bertanya melalui DM. “Memang kamu mental Ilness?”

Gak tahu juga, Bu. Saya ini tipe overthink, overheart dan overlove. Tetapi saya punya loyalitas tinggi lho Bu.”

“Oh begitu, good lah” jawabku membalas

Setelah cukup tahu tentang latar belakangnya membuat saya makin sering dan mengobrol. TIdak hanya melalui DM Instagram, chat WhatsApp pun jadi terbiasa. Lambat laun kedekatan antar kami makin terjalan karena tak mengira dalam obrolan kami berbincang topik Bipolar Axiety Disorder, anti depresan Aprazolam.

Karena sebetulnya aku sudah begitu akrab dan tak asing kata-kata Bipolar dan Axiety. Di tahun 2014, aku pernah berteman dengan seorang bipolar. Dari situ aku sedikit memahaminya.

Namun pokok bahasan cerita kali ini bukan tentang itu semua. Tetapi tentang Dia dan kecoa.

Sebut saja namanya Bramantio, panggilannya Bram. Sebagaimana sudah disebutkan di awal, Dia seorang fotografer. Sosok yang cool tapi ada sisi pendiamnya dan terbiasa berurusan dengan pekerjaan senjata.

Sekilas menurutku sih DM biasa kenal dengan orang cakep dan keren. Karena aku tahu pekerjaan yang harus berhadapan dengan orang banyak dan bermacam tipe karakter pun aku kenal dengan baik.

Masih ku telusuri darinya apa hobby nya selama ini dan sempat kutanya untuk kedua kali. Dia jawab, “Apa ya Bu. Hobby nya cuma motret dan menembak”

Tiba-tiba dia bilang,  “Bu sebentar ya. Saya melihat ada kecoa. Saya takut, Bu.”

Hah, kamu takut sma kecoa, Bram.” Tanyaku.

“Iya Bu. Bentar ya Bu, saya akan membangunkan Rahma dulu buat mengusir kecoa. Dia strong kalau soal beginian” sambil mengakhiri chat.

Jadinya obrolan terputus gegara munculnya seekor kecoa. Saya bergumam sebenarnya ada apa ya kok segitunya dengan kecoa.  Padahal kecoa hanya binatang yang sedikit menjijikkan bukannya berbisa macam ular.

Lama berselang, ada chat baru dari Bram. Dia bilang, “Maaf ya Bu saya agak lama mengabari”

“Iya tidak mengapa. Ibu mengerti sikon kok” balasku menjawab. Dari situ aku pun tidak tanya-tanya lagi seputar kecoa. Meskipun aku mengakui itu kejadian yang menggelikan.

Dan kami sering berbagi cerita apa saja yang ringan-ringan tentang kehidupan sehari-hari. Tentang pekerjaan. Hal apapun menjadi tema obrolan. Dan sebenarnya aku yang paling mendominasi. Untungnya diam mau jadi pendengar yang baik yang selalu ingin saja mendengar cerita ku.

Sering aku bilang sama Bram, “Gantian dong sesekali dirimu yang cerita ke Ibu”

“Udah Ibu aja yang bercerita. Saya suka saya senang dengar cerita dari Ibu yang bervariasi, lucu dan asyik aja ngedengerinnya” balas si Bram. Memang sih kadang kalua dengar ceritanya, Dia itu masih mikir dulu openingnya. Aku jadi berfikir apa mungkin karena factor tak memiliki Ibu kali ya. Jadi dia menjadi aku  orang yang ingin selalu dengar cerita dari sosok Ibu. Yang paling disenengin Bram kalua aku lagi cerita tentang mengajar.

“Bram, Ibu sekarang sudah punya tulisan di blog loh. Nanti Ibu kasih alamat blognya sempatain lah untuk baca dan jangan lupa kasih komentar ya dari tulisan Ibu itu.” DM ku ke Bram.

Setelah selang beberapa hari ku coba buka blog. Dan disitu ku lihat kok gak ada komenan si Bram. Lalu ku japri lewat WA. “Bram, kok komenan kamu di blog Ibu gak ada tuh?” tanya ku.

“Entar saja lah Bu” balasnya singkat. Makin bikin penasaran ini orang lucu juga. Dari sekian tulisan yang sudah ku buat di blog dan kali ini masuk tulisan yang ke delapan. Alhamdulillah, dia nyatanya belum pernah membaca apalagi mau kasih komentar.  Bikin gemas bukan kepalang jadinya.

Aku coba untuk melakukan pendekatan persuasive siapa tahu dirinya bisa menyempatkan untuk membaca tulisan ku di blog dan memberinya komentar. Jadi ku coba kirim teks pesan pakai WA.

“Bram, kenapa ya kamu belum mau membaca tulisan blog Ibu?”

“Saya akan baca entar kalau Ibu buat tulisan mengenai saya” jawab Bram.

Dalam benakku berpikir oh ternyata, selama ini gak mau baca karena alasan itu. Aku lalu menyahut sambil bertanya,” Kalau begitu kamu mau diceritain jadi tulisan juga nih?”

Denga sigap dia membalas, “Iya Bu, pasti akan ku baca.”

Pikiran pun jadi kemana-mana, waduh aku harus buat tulisan tentang dia. Aku sedikit kompromi, “Iya boleh lah Ibu buatin, terus mau tulisan yang tentang mana Bram?”. Jadi sedikit mikir dan kudu ngerjain betul-betul pe er satu ini.

Terus terang saja, aku tuh orangnya overthink. Aku suka menghayal, aku suka berimajinasi. Maklum seringnya menggunakan otak kanan jadi memang begitu.

Tiba-tiba di pagi hari, aku melihat kecoa. Aku geli dan tertawa sendiri. Pas lihat kecoa rasa rasa aku mau membasminya tapi aku justru ketawa-ketiwi. Sebabnya apa, karena teringat insiden si Bram itu. Maaf bukan berarti si Bram sama dengan kecoa. Nah dari situ, aku jadi terpikir mungkin aku buat saja tulisan untuk si Bram tentang insiden kecoa.

Pas aku utarakan maksud rencan tulisan ku itu, selidik punya selidik Bram pun menceritakan saat masih SMP dia sekolah terlambat. Terbru-burulah dalam perjalanan sambil lari ke sekolah. Dari rumah pakai sepatu pun terburu-buru sampai kaos kakinya tak dikenakan. Kebetulan jam pelajaran pertama olahraga jadi langsung ikut kumpul di lapangan. Dan pada saat jam istirahat dia merasakan kok ada yang aneh. di sepatunya ada sesuatu yang licin dan geli. Begitu di buka sambil berucap istighafar. Kagetnya bukan main. Bram menjerit histeris karena sepatunya ada seekor kecoa yang sudah mati terinjak kakinya. Semenjak dari situ jadinya dia jijik dan takut sama kecoa.

Point pentingnya dari tulisan ku adalah inilah yang dinamakan trauma psikologis. Trauma yang merupakan pengalaman emosional yang ditandai dengan ketidakmampuan melepaskan diri dari memori kejadian buruk di masa silam. Pengalaman traumatis ini dapat bersifat objektif maupun subjektif baik itu tentang fisik dan emosional hingga kejadian yang mengancam nyawa sekalipun.

Komentar

  1. Hai bram... Akhirnya ceritamu ditulis juga 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk wkwkwkwk hai Bram 😅😅😅 tuh ada yg suport 😅😅💪💪

      Hapus
  2. Terkadang masa lalu membikin kita jadi traumatik akan kejadian-kejadian yang mencengangkan dalam hidup. Solusi untuk mengatasi maka berdamai dengan masa lalu walau itu sulit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wooow super sekeleeee ,ayoooo Bramm berdamai gih dengan KECoa

      Hapus
  3. Dengan bercerita hati akan lega dan mendatangkan kebahagiaan tersendiri.

    BalasHapus
  4. Haii Rose ...betul sekali bercerita akan mengurangi muatan alam bawah sadar dll tengs ya udah berkunjung 😅🌻

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teruskan berkarya nya lewat tulisan.

      Hapus
  5. Baca tentang Bram yang takut kecoa, jadi ingat temanku juga Bun, bisa menjerit hebat apalagi klo kecoanya terbang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk wkwkwkwk jadi lucu aja ,namun hidup itu variatif sekali ya makasih dah baca ttg Bram dan makasih selalu suport serta satiu ke banggaan seorg Blogger mau baca ini 🙏🙏🙏 hatur nuhun

      Hapus
  6. selalu mengispirasi tulisan ibu dan memberi banyak pelajaran.
    dan saya salah satu pribadi yg jijik sama kecoa 😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh gitu ya ...semoga lambat laut rasa itu bisa menghilang 🙏💪😅

      Hapus
  7. Balasan
    1. Wkwkwk wkwkwkwk 🙈🙈🙈 yg pasti salam sehat mental sedunia , salam kbali dari Kecoa dirumah ibu🙏😊😅

      Hapus
  8. saya baca blog ibu ini jadi ke inget kawan saya yang takut kecoa hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe suruh dia baca ini ,eh ini siapa ya ayooo buat akun belajar bersama kita menulis pengalaman apasaja

      Hapus
  9. Aduh bu saya juga takut kecoa tapi tulisan ibu menginspirasi sekali

    BalasHapus
  10. Saya Aiman Abtal,ini Bagus banget Bu cerita nya tapi saya sama sekali ga takut kecoa Bu😃🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk wkwkwkwk 🙈 cowok tuh harus realistis ok met siang

      Hapus
  11. ceritanya seru dan menarik bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga takut bu sm kecoa dia kan bnyk kuman trs geli juga liatnya

      Hapus
    2. HEHEHEHE mau ngakak ibu rata rata jinik dan takut ma kecoa

      Hapus
  12. Wah cerita nya seru dan menarik Bu tapi sya juga sama Bu jijik dan takut sma kecoa😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiiiwww banyak yg kek Bram takut Kecoa😅😅❤️❤️

      Hapus
  13. Saya dinda dwi putri bu bagus banget bu cerita nyaa tapi sayaa ga takut kecoa bu🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Dinda ,ibu kira Kamu Dinda anak ibu 😅❤️

      Hapus
  14. Saya Juwita ariana ceritanya menarik banget bu, tapi saya takut kecoa😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo juwi ta hehe ternyata banyak banget yg kayak Bram takut kecoa

      Hapus
  15. Saya Nazarheka putri mindi.
    Dari cerita blog ibu tentang kecoa ini saya belajar bahwa rasa takut itu haruslah di hadapi, walaupun sulit huhuhu😐
    Trimakasih bu, ceritanya sangat seru dan menarik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai hai rekha betul banget ,namun kadang memang ada yg gak bisa di nalar ,ikuti terus yg blog ibu lup ❤️

      Hapus
  16. Hallo Buu saya Afhi ErsalMaika Islamy dari cerita si kecoa saya geli juga Buu sama hewan itu

    BalasHapus
  17. Saya Melda Aini Cahyani ceritanya bagus banget bu tapi saya takut banget sma kecoa geli sekali😭🤗

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Melda ,ternyata banyak yg takut kecoa ,ikuti terus ua blog ibu

      Hapus
  18. Hallo bu saya lola rahmawati, cerita nya bagus bu tapi saya takut sama kecoa

    BalasHapus
  19. Hallo bu saya susanti, ceritanya bagus banget bu tapu saya takut sama kecoa ngeliat matanya seremm'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Muach susanti ..hehe ikuti terus ya blog ibu dan mulai lah belajar menulis ❤️

      Hapus
  20. Saya Karenina Ramadani ceritanya Bagus sekali bu tetapi saya geli sama kecoa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tenfkiyu Karenina ,kuy buat akun biar punya blog sendiri kek ibu

      Hapus
  21. Ceritanya Bagus banget bu tapi ngomong² saya takut sma kecoa apalagi pas lagi terbang bu 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ❤️ dibaca sama Kecoa itu jijik hehe

      Hapus
  22. Kamu dan kecoa, ternyata ceritanya hampir sama dgn sya😄 betapa takut, geli, dan jijiknya sma kecoa, udah kyk punya trauma trsndiri sma hewan itu. Mantap bu, inspirasi dan feel dri cerita ini dpt bgt.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Senja sore atau kita udah knal 😅😅 hehe lanjut yuk di ig

      Hapus
  23. Ceritanya menarik bgt bu, sangat bermanfaat👍👍👍, tapi saya takut kecoa bu😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk wkwkwkwk ternyata banyak yg takut dengan kecoa 😅😅😅

      Hapus
  24. Cerita nya seru dan menarik bgt bu♥

    BalasHapus
  25. Ceritanya menarik sekali cocok buat saya yang suka membaca hehehe tapi saya tidak menyukai kecoa hehee 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamunsuka baca ???? Bu suka duka banget ,kuy mulai nulis

      Hapus
  26. Ceritanya menginspirasi bu banyak pelajarn yg bsa dinpeljari

    BalasHapus
  27. Ceritanya menariik banget untuk dibaca 👍

    BalasHapus
  28. Gk Bisa Beri Tanggapan Sih Karena Emang Jarang Baca Cerita-Cerita kyk Gini tpi Ceritanya bagus Dan Judulnya lebih Bikin penasaran Kok Ad Kecoanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teeima kasih ya dah mampir semoga kedepan lebih rajin baca dan ikuti blog ibu

      Hapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  32. Cerita nya sangat menarik dan menginspirasi Bu

    BalasHapus
  33. menginspirasi banget ceritanyaaa

    BalasHapus
  34. hai bu saya alya nurjanah, uwahhhh bu cerita nya sangat bangus sekali tapi ngomong " saya tidak takut sma kecoa loo 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Swmoga kalian juga pada punya blog tempat dimana bisa meng ekspresikan tulisan lalian ttg apa saja

      Hapus
  35. Hallo bu saya mia apriyanti cerita bagus banget dan menarik sekali, tapi alhamdulillah saya gak takut sma kecoa😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hlo Mia ngapain takut ,justru binatang itu harus kita musnah kan

      Hapus
  36. Halo bu saya Apriyanti Cerita nya seru dan menarik bgt bu

    BalasHapus
  37. Hlo juga ,gimana kalau kamu juga buat cerita

    BalasHapus
  38. Hai Bu saya Rara qonita , keren Bu cerita nya ,tapi aku takut kecoa lho Bu hhe

    BalasHapus
  39. Bagus bu... Saya Yusita xi tbg2
    Keren bu.....

    BalasHapus
  40. Haii Bu saya putri ayu l.n cerita ibu menarik dan bagus Bu heran aja Bu ada kecoany pasti yang belum baca jadi penasaran hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian Akhir Semester di Tengah Pandemi

Ketika Menghilang Tanpa Kabar