Belajar Daring Ala Oma

Pandemi Covid-19 telah memaksa jutaan peserta didik harus belajar dari rumah. Di usia saya yang sudah senja akhirnya ikut dituntut bisa menguasai kecanggihan teknologi guna mengoptimalkan pembelajaran. Pembelajaran yang semula tatap muka di sekolah untuk sementara waktu dengan tempo yang tak menentu harus mengubah cara mengajar secara daring. Pembelajaran ini dilakukan secara jarak jauh dimana peserta didik tak mesti hadir di sekolah, alias bisa dikatakan belajar dari rumah.

Tidak ada kejelasan tentang kapan persoalan pendemik Covid-19 dapat berakhir oleh karena itu sangatlah penting untuk membekali para pendidik yang terkait erat dengan pemanfaatan teknologi. Salah satunya di sekolah tempat saya mengajar tak ketinggalan telah dilakukan diklat tentang pembelajaran daring di era kebiasan baru. Dalam diklat tersebut, para guru dikenalkan beberapa platform digital yang bisa digunakan untuk mendistribusikan bahan ajar ke peserta didik. Platform tersebut yaitu Google classroom dan Rumah Belajar.

Saya sebagai orang yang masih awam, saya lebih memilih mana yang efektif dan efesien. Tentunya memperhatikan kemampuan saya yang cuma pas-pasa. Kenapa, alasannya agar beban kerja jadi lebih mudah. Intinya win win solution sehingga proses KBM tetap searah dan berjalan dengan baik.

Di tengah pembatasan sosial akibat wabah covid-19, kita sebagai pendidik harus tetap semangat bekerja dan mengajar ilmu pengetahuan. Hampir tidak ada yang menyangka, wajah pendidikan akan berubah drastis akibat pandemi covid19. Konsep sekolah di rumah (home-schooling) tidak pernah menjadi arus utama dalam wacana pendidikan nasional. Program Pemerintah dengan menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ ini harus didukung sepenuhnya baik oleh satuan pendidikan, orang tua maupun unsur stakeholder lainnya misalnya provider penyedia layanan internet.


Jaringan internet yang stabil dengan harga murah akan sedikit menolong para orang tua dalam akses pembelajaran daring ini. Walau tak menutup kemungkinan pembelajaran luring masih bisa dijalankan akibat kendala peserta didik dan orang tua tidak memiliki media komunikasi berbasis smartphone.

Tapi, kebijakan Tapi, kebijakani phisical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa perubahan dari pendidikan formal di bangku sekolah menjadi belajar dari rumah, dengan sistem online dalam skala nasional. Sehingga tantangan pendidikan Sistem pendidikan online pun tidak mudah. Saya mengamati sejauh ini, kenormalan baru tentang belajar daring tidak sedikit para guru -termasuk saya sendiri- dan orang tua menjadi gagap dan kaget. Dan itu bagian kecil tantangan yang harus ditaklukan terlebih dahulu. 

Tetapi seiring berjalan waktu ketika proses PJJ di tahun ajaran baru ini dimulai pada pertengahan bulan Juli ini, saya semakin tertantang untuk mencurahkan segenap upaya dan daya agar belajar daring ini dapat sukses dan lancar. Mulai dari mengenal platform digital berbasis edukasi sampai cara penggunaannya. Semakin asyik belajar daring ini saya masih dipertemukan secara maya dengan peserta didik hitung-hitung penawar rindu dengan anak-anak yang mana 4 bulan lalu masih bisa tatap muka langsung di sekolah. Dan dalam transisi tatanan kenormalan baru, keakraban antar sesama justru semakin erat. 

 
Inilah dedikasi sebagai pendidik untuk tetap memberikan ilmu pengetahuan dalam kondisi apapun. Ini adalah panggilan jiwa yang sudah mendarah daging bagi saya dimana sudah hampir tiga dekade terjun dalam dunia pendidikan. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang diberikan kedudukan tinggi di sisi Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam QS Al Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya : niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 

Komentar

  1. Semoga guru"smk 1 bdl diberikan ksehatan trus ya bu pakk..

    BalasHapus
  2. Masyaallah Kerenn mantap bu pembinaa��

    BalasHapus
  3. mashaa allah semangat bu 🙏🙏🙏

    BalasHapus
  4. Belajar daring itu menguji kesabaran sekaligus pikiran. Sebab pendidik dan peserta didik dituntut untuk bisa tetap produktif selama pandemi belum berakhir.

    BalasHapus
  5. Rindu tatap muka dengan anak di sekolah

    BalasHapus
  6. Cepet selesai ya pak bu masa pandemi nya biar bisa ketmu lg hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian Akhir Semester di Tengah Pandemi

Ketika Menghilang Tanpa Kabar