Isolasi Darat VS Isolasi Laut , Kumpulan DM part 2


"Mom I'm fine. Aku gak bisa kemana-mana, gak bisa pulang ke Indonesia juga. Terjebak disini, tapi Alhamdulillah masih diberi kesehatan -ditengah wabah pandemi global ini-"

Ketika mendapat kabar dari mu Rif, disini Ibu bahagia mendengarnya. Semenjak kamu berangkat berlayar beberapa waktu lalu, Ibu tak baikmendoakan untukmu. Ibu juga sering memposting tentang kamu, dan jadinya namamu tambah familiar. Saking seringnya, kemudian banyak yang bertanya apakah si Arif itu anak Ibu? Mereka mendengar jawaban dari Ibu pada haru dan cerita mu itu banyak menginspirasi.

Rif, lega Ibu dengar kamu sehat, baik-baik saja. Apalagi kamu berada ditengah lautan yang susah sekali mendapatkan jaringan yang memberi kabar sehari pun belum menentu. Iya, seolah-olah dirimu sedang menjalani islolasi laut. Benar saja, kamu beritahu Ibu sebelum berangkat kamu waktu itu, tidak bisa keluar dari kapal, berlabuh pun gak bisa. Akibat pandemi yang mendunia ini kamu sudah mengalami lockdown.

Ibu saat ini mengerti dan memahami situasi pada dirimu. Ibu mengamini, bahwa tak ada yang harus kita sesali, ratapi selain kita pasrah dan berserah diri kepada-Nya di darat dan di laut ataupun Allah punya kuasa. Kamu juga berbalas dengan nada sama, bahwa semua kita kembalikan kepada Allah yang Maha Menentukan. Ibu terenyuh dengan ucapan doamu, "Semoga ini semua (segera) akan berkahir dengan indah. Tentu setiap peristiwa, kejadian, ini memang ada hikmahnya

Oh iya Rif, ternyata semuanya bahwa perbeadaan waktu antara di Indonesia dan Amerika  menjadikan Ibu dan Arif untuk tetap berbagi inspirasi dan support. Iya belasan jam tautan waktu, misalnya kamu di sana akan mengambil waktu istirahat di tengah malam, Ibu disini waktu tengah hari bertepatan waktu sholat dan lanjutkan baca Al-Qur'an seperti katamu.

Arif, kamu jadi makin tahu di Indonesia juga mengalami isolasi darat. Gak ketinggalan juga Pemerintah baru-baru ini menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bedanya nih Rif, kamu isolasi laut masih dapat gaji dari pekerjaanmu. Tapi kalau di Indonesia beragam cara orang menyikapi semua ini dengan pemahaman mereka masing-masing.

Ibu tak bosan berpesan untuk kamu Rif, untuk selalu istirahat cukup, jaga moodmu, jagan mudah bosan meski isolasi laut mungkin lebih menyesakkan dibanding isolasi darat. Tetaplah berjiwa besar dan jangan mudah stres. Nah untuk menyikapi itu semua kata Dalai Lama lama mengatakan  ada 8 Kriteria Bahagia yang salah satunya bermainlah ala kekanak-kanakan tanpa beban. Ketika Ibu membicarakan ini kamu merespon dengan baik agar kita kita tetap gembira. Misalanya nyanyi lagu A Whole New World yang ada di film Aladin. 

Ibu membuat uraian ini sebagai dedikasi untuk Arif. Ibu hanya ingin perkataan dan ucapan dari Ibu menenangkan dan menghibur di suasana yang seperti ini. Lebih lagi Ibu bahagia kamu masih terus menghibur diri dengan kamu main tik-tok-an, hasilnya lucu banget terus Ibu jadiin intastrory dan status WhatsApp Messenger. Orang-orang juga banyak memberikan respon, salah satunya ada orang menyampaikan salam dari sesama pelaut yang kini nasib mereka sedang off job karena isolasi darat di Indonesia. Satu hal lagi, Sorry ya Rif soal posting makanan sate yang maksud Ibu awalnya buat lucu-lucan saja yang ternyata kamu malah rindu makanan ikan asin yang lengkap dengan sambal pedas manis.



إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia.” (QS. Al Baqarah: 164). Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa manfaat bahtera di lautan adalah dapat memindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain. Dan begitu juga apa yang Arif share dan ketika Ibu posting ternyata memberikan manfaat. Seperti pesan Ali bin Abi Thalib, yang mengatakan kita terlahir tidak untuk menyenangkan semua orang. Yang membuat Ibu tenang kamu punya karakter yang kuat dan itu sangat membantu. Melalui jejaring sosial kita terhubung dan masih tetap berkomunikai tanpa batas, semoga kamu tetap menjadi dirimu sendiri.
Bandar Lampung, 2 April 2020 16.15 pm

Komentar

  1. ini tulisan terbaru dari saya. tolong dibaca sampai selesai dan jangan lupa tinggalkan komentarny ya.

    BalasHapus
  2. Semua akan baik baik saja , saling menguatkan satu sama lain ...
    ikut seneng dengar cerita ibu dan arif ...

    -dinz-

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih ya ,semoga ibu juga berlaku sama pada setiap anak nya

      Hapus
  3. Terima kasih telah berbagi ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih juga telah membaca wkwkwkwk menululis hanya modal bereni doang

      Hapus
  4. Masya Allah,keren Bund,, mengena bangett

    BalasHapus
  5. waaawww tengkiyu penyair ,ini belajar dengan sikon doang moga yg baca gsk bosan 🙏🙏

    BalasHapus
  6. sehat terus ka arif, semoga cepet bisa pulang supaya bisa makan ikan asin sama sambel pedas manis😁

    BalasHapus
  7. Bagus banget ceritanya bu, semangat terus buuu

    BalasHapus
  8. Sehat slalu kak arif semoga bisa cepet pulang ke tanah kelahiran..

    BalasHapus
  9. Terimaksi buu dan kak Arif ceritanya sangat mengispirasi sekali dengan kesabaran seorang ibu yang menunggu kabar dan kepulangan seorg putranya yg sedang terisolasi ditengah laut dimasa pandemi covid 19 ini

    BalasHapus
  10. Sehat terus kak ariff untuk bu nurdiana tetap berasabarr menanti kepulangan anaknya dimasa pandemi ini 🤗

    BalasHapus
  11. Sehat trs kk ariff, semoga pandemi covid ini segera mereda biar kk arif bisa pulanggg 😣

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah kak arif sudah memberi kabar dan baik" saja, senangnya bikin nular bu dengan membaca blog ini😁

    BalasHapus
  13. Semoga pandemik ini segera berakhir ya Allah,,sehat terus kk arif selamat sampai kembali ke tanah air. Aamiin

    BalasHapus
  14. Alhamdulillah kak Arif sudah memberikan kabar, semoga pandemi ini segera berakhir dan kak Arif bisa pulang ke tanah kelahiran

    BalasHapus
  15. Sehat terus untuk kak arif♥️

    BalasHapus
  16. Kalau aku ada di posisi Bang Arif mungkin akan merasakan hal yang sama.
    Saat di darat ingin ke laut, saat di laut pingin ke darat.
    Belum lagi kalau kangen makanan kesukaan khas tanah air yang ga akan ditemui di kapal.
    Semoga semua dilancarkan dan diberi kesehatan yaaaaa
    Jangan kapok melaut wkwk

    BalasHapus
  17. Wkwkwk wkwkwkwk
    Blogger itu paling pintar koment nya 😅😅oh iya kamu kan multi talenan ,maksud nya multi multi , semoga kamu tetap lancar di segala bidang bingung mau nyebutin sayu satu ,tapi kamu dah lama banget ya gaik naik gunung 😅😅🌿🌴🌳💦

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian Akhir Semester di Tengah Pandemi

Ketika Menghilang Tanpa Kabar