Bukan Ibu Millenial Tapi Kartini Zaman Now


Pada masa sekarang untuk menghubungkan jejaring sosial dilakukan lewat sosial media. Berbagai jenis layanan aplikasi sosial media tersedia. Mulai dari Facebook, Twitter, WhatsApp hingga Instagram. Untuk sosial media yang terakhir, lewat dari situ saya banyak menemukan relasi dan inspirasi. Diantaranya bertemu dengan orang-orang yang berkecimpung tentang adventure dan travelling. Juga komunitas personal blog yang mendorong aku untuk ikutan ngeblogger.

Kenapa tidak menggunakan layanan aplikasi sosmed yang lain? Diusiaku yang sudah berkepala 6 ini sebuah kenyamanan dan ketenangan itu yang dicari. Lewat Instagramlah ku menemukannya. Dalam bermedsos prinsipnya itu bukan sebuah ajang perdebatan, sesuaikan dengan passion dan hobi siapa kita ingin mutualan. 

Bila ingat dulu, yang namanya komunikasi jarak jauh sudah biasa saya lakukan. Siapa yang tak kenal Sahabat Pena,  berkirim surat yang tenar di tahun 70an. Dulu itu hobi koleksi prangko dari dengar radio bisa surat-suratan sampai ke luar negeri loh. Nah siapa yang masih punya Sahabat Pena sampai sekarang? Jika kamu punya bolehlah berkirim surat denganku.

Sampailah waktu dimana dunia kerja juga menuntut untuk tetap menjaga kemesraan komunikasi. Hampir tiap hari berjumpa dengan anak-anak yang notabene memberikan pengajaran ilmu kepada mereka. Mulai dari formal yang berkutat di dalam rungan kelas sampai pelajaran diluar kelas. Itu ku tunjukkan dengan menjadi pembina kegiatan ekskul. 

Dari PMR gimana menyalurkan bakat peduli kemanusian. Lanjut ke Pencinta Alam, dimana kita ngalamin menyuapi bubur gunung, tidur di gunung itu sudah biasa. Kepramukaan soal kemah bukan hanya sekali dua kali setahun bahkan bisa lebih dari itu. Di bidang kerohanian Islam mengembangkan potensi remaja Islam sudah menjadi kewajiban. Berbagai macam cara ku tumpah ruahkan lewat organisasi. Begitulah caraku menyesuaikan arus komunikasi ke anak yang senangnya dengan kegembiraan. Seolah-olah mereka seperti anak sendiri yang menggambarkan kedekatanku kepada mereka.
Mn. Merbabu, 3145 MDPL

Itulah suka dukanya menjaga relasi kepada benda hidup. Disamping itu juga kepada alam sekitar disini punya ceritanya. Alam pun dapat kita ajak untuk berbicara. Liburan Ramadhan tahun lalu, kebetulan saya dan anak cucu tiga generasi yang mempunyai kesamaan hobi. Perbedaan jarak tak menyulutkan nyali untuk menyalurkan bakat travelling dan adventure. Dalam kurun waktu tiga bulan mampu taklukan  trip 13 gunung. Bakat kami bukanlah kaleng-kaleng tapi ini sudah mendarah daging. Ingin tahu kisahnya baca link ini https://sosok.grid.id/read/411863110/taklukan-13-gunung-dalam-waktu-3-bulan-ternyata-bukan-tujuan-bocah-berusia-8-tahun-ini-puncaknya-2020?page=all

  
Puncak Mn. Sindoro, 3153 MDPL
                                        Di Si Kunir Golden Sunrise, Dieng negeri di awan

Sampai pensiun dari rutinitas pekerjaan pun, aku tetap berupaya untuk berbagi inspirasi lewat komunikasi yang sekrang didukung lewat digitalisasi. Iya, pakai Instagramlah semua aku curahkan pendapat dan kehobian ku. Ketika ada pertanyaan, Mengapa di hari tua Ibu seperti Ibu-ibu millenial?. Sederhana saja justru untuk mengisi waktu luang yang panjang ini berselancar di dunia maya akan memberikan manfaat. Sebab yang jauh akan menjadi dekat dan yang renggang menjadi rekat. Ini bukan untuk gengsi, apalagi ngikutin trend. Meskipun hobi saya banyak diminati anak laki-laki berangkat naluri malah dengan mereka saya menjadi lebih dekat. Bergaul dengan mereka bukanlah secara instant.

Daripada banyak waktu terbuang saya berusaha menuliskan pengalaman saya di sini. Iya selain bersosial media lewat Instagram kini perlahan merambah ngisi dengan menulis di blog. Disela-sela sosial distancing-physical distancing jadilah tulisan ini.

Ditengah sosial distancing tetap bekerja daripada mati kreativitas

Karena intinya semua kita dijadikan untuk saling mengenal. Mengenal tanpa batas sehingga terhubung untuk saling mengambil hikmah dari perjalanan hidup kita. Kita tinggal mempersiapkan jalan pulang kita. Yuk simak ayat al-Qur'an dari QS. Al Hujurat : 13
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Terjemah
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
Salam untuk seluruh netizen warga Instagram, Negara Berfolower +62. Jangan lupa sefruit saran ya habis ludes baca tulisan dari saya ini.

Komentar

  1. Cocok sekali Bu dengan hari Kartini

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadinya pingin diganti judulnya kekartinian gitu hehehe

      Hapus
  2. iya tetap berkarya ditengah pandemi yg entah sampai kapan akan berakhir wabah ini. tetap produktif di bulan puasa jg. hehehe

    BalasHapus
  3. Keren Bu blognya, sehat selalu Bu dan tetap berkarya

    BalasHapus
  4. Keren bangeet bu semangat & terus berkarya:*

    BalasHapus
  5. Kerenn bu sanhat menginspirasii untuk tetap berkarya ☺💪

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Ibu keren banget, tetep terus semangat berbagi cerita untuk menginspirasi semuaa, sehat selalu ibu dan semangat berkarya 🥰🥰

    BalasHapus
  8. Bagus bu blognyaa, semangat trss bu♥

    BalasHapus
  9. Bagus sekali bu diusia yg sudah tidak muda lagi, ibu membuktikan bahwa usia tak menghalangi untuk bekarya

    BalasHapus
  10. Teruslah berkarya bu, ibu keren banget dan selalu memberikan inspirasi 😍

    BalasHapus
  11. Keren banget bu blognya. Sehat selalu buat ibu & semangat berkarya

    BalasHapus
  12. dari sini kita bisa tau bhwa usia tidak menghalangi untuk Kita terus berkarya, wahh Keren banget bu. Semangat sehat selalu..Aamiin

    BalasHapus
  13. Keren banget bu blognya.sehat selalu bu, agar terus semangat untuk selalu berkarya♥️🙏

    BalasHapus
  14. Ga ada kata terlambat untuk memulai.
    Gak ada kata gak mungkin untuk belajar.
    Berapapun usianya asala ada kemauan pasti akan ada jalan.
    Teruslah jadi manusia yang memotivasi bu, kegiatan bersosmed ibu patut di acungi jempol.
    Gak banyak generasi zaman ibu yang bisa berbaur dengan generasi millenial.
    Sering-sering update blog ya bu biar ketularan semangatnya haha.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penilaian Akhir Semester di Tengah Pandemi

Ketika Menghilang Tanpa Kabar