Dear Anakku, Arif Fathul Hakim; Explore 30 Negara March-November 2020
Tulisan ini ku buat untuk mengabadikan peritiwa yang mengingatkan ku pada pengalaman hidupku yang lalu. Usai dua bulan lalu aku telah purna bakti dari abdi negara, untuk mengisi waktu luang yang lapang itu aku lakukan untuk menulis. Hobi ini sudah sekian lama terpendam barulah kini ku tetapkan untuk menulis di blog ini.
Kegemaranku pada jalan-jalan membuat ku untuk mengenalkan pada jagat maya. Karena aku berpikir pada zaman sekarang teknologi sangat mendukung dan memudahkan kita untuk saling berkomunikasi pada orang lain tanpa batas. Iya komunikasi yang tidak dibatasi jarak, ruang, dan waktu.Sampailah pada titik dimana aku bertemu secara maya dengan seorang.Namanya adalah Ariffathul Hakim
Jadi, waktu kecil jika mendengar kata kapal yang terbayang olehku adalah kapal si Maling kundang. Maklum cerita itu melekat dengan daerah tempat tinggal ku. jadi itu yang ku ingat bila bicara soal kapal. Beranjak usia remaja, angan-angkanku berubah. Idaman kapal yang mewah itu orang bilang sekarang kapal pesiar yang terbayang olehku kapal Van Der Wijck. Mendengar kapal Van Der Wijck ini Asbabun Nuzul sewaktu sekolah di dinniyah pernah membaca buku karya Hamka, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.
Semasa di bangku kuliah, angan-anganku berubah. Kapal mewah itu adalah kapal Titanic. Kemudian terbiasa membaca tentang indahnya Kapal Pesiar seperti di Novel Rindu nya Tere Liye
Dan, hari ini Ibu ingin kabarkan pada mu Arif. Beruntungnya kamu dapat berangkat lebih awal berlayar Explore 30 Negara, bermula dari Maret hingga November, dari USA, Eropa, hingga Amerika Latin.
Sekarang dimana-mana sedang diberlakukan Lock Down lho Rif. Tidak boleh keluar rumah, tidak melakukan aktifitas di khalayak ramai. Lalu, bagaimana kabarmu disana? Apakah kamu tahu apa yang terjadi di daratan? Sebab kita Lost Kontak ketika dirimu sedang asyik menikmati kota Miami diiringi alunan Senorita. Dan akhirnya kau pun berangkat membahterai lautan dengan explore itu.
Ananda Arif, Ibu sangat bangga dan terharu ketika kau beritahu tentang kamu berkeja dimana lewat sebuah video yang dimana kamu menggambarkan sedang ditengah lautan. Lebih bangganya Ibu baru tahu, video itu telah viral di jagat maya, Instagram dimana kamu memakai seragam kebanggaan mu itu.
Kadang-kadang Ibu naif, sudah tahu upload fotomu di luar negeri semua. Ternyata kamu Safety Engineering di Kapal Pesair mewah. Yang mana rute pelayarannya tidak melewati Indonesia. Dan video mu itu Ibu buat di Insta Story, dan kamu bilang cukup Ibu yang tahu. Namun pada akhirnya viral juga tuh video dengan lagu You Are the Reason. Jadi bukan mengapa ya meski sempat viral?
Anandaku Arif, Ibu semakin terharu ketika kamu bilang seandainya kapal ku lewat Indonesia, kamu akan ajak Ibu meilhat kapal pesiar. kamu menginginkan Ibu bukan sekedar hanya baca di Novel Rindu, Tere Liye yang biasa Ibu baca. Bagi kami orang tua, ucapan itu sangat bernilai.
Kemudian semenjak itu kita semakin sering bicara terutama soal indahnya negeri Frozen di Norwegia. Lalu membicarakan film-film drama Korea, film-film India yang sering kau mainkan di Tik-Tok. Dan ketika Ibu tanya kenapa film India, kamu jawab karena punya mantan yang suka film India. Tapi Tik-Tok mu lucu dan menghibur. Bahkan suatu hari kamu pernah bilang. Bun, aku sering dibilang Alay karena sering bermain Tik-Tok, Padahal tidak kan bun? justru aku ingin menunjukkan kalau aku kreatif. Dan candamu yang lain "Aku mirip Al Ghazali atau Aliando Bun". Saat kamu lypsing salah satu lagu milik Al Ghazali
Arif, kamu telah memberi energi di usia tua Ibu. Kita ini lintas generasi, namun gaya bahasa dan bicaramu itu selalu searah. Bahkan tak pernah bicara politk. Caption mu yang baper dan galau terkadang kita sering beradu Caption galau untuk memulai semangat hari hari.
Bahkan kamu bilang, komentar Ibu bukan hanya sekedar komen yang kaleng kaleng hehe.
Bahkan kamu bilang, komentar Ibu bukan hanya sekedar komen yang kaleng kaleng hehe.
Ketika tiba saatnya kamu akan berangkat explore itu, kamu terharu dengan apa yang Ibu kirimkan dengan tiga buah buku. Karena buku pertama untuk menuslikan rasa syukur yang kau terima. Buku kedua berupa Bindex untuk kau tulis tentang kekesalan, kegalauan, gundah gulana, dan amarah mu. Setelah kau menulisnya bisa kau robek-robek. Begitulah teori katarsis yang bisa kamu lakukan. Dan buku ketiga adalah buku karya R.B Sentanu yang berjudul The Science and Miracle of Zona Ikhlas.
Ibu tahu Arif punya buku banyak yang mana mungkin kau tak ada waktu buat membacanya. Tapi kamu berjanji akan membacanya demi menghargai pemberian Ibu. Bawalah keikhlasan Ibu berlayar seolah-olah Ibu ikut berlayar di dalam kapal pesiarmu itu. Ibu amatlah bahagia mendengar janjimu itu.
Arif, saat kamu akan berangkat, Ibu mengirimkan potongan-potongan gambar yang Ibu buat dalam video yang mana ada tulisan-tulisan. Hanya itulah bekal dari Ibu ditambah dua Ayat dalam al-Qur;an untuk kamu ingat yaitu surat al-Insyirah ayat 5-6 yang mana didalam kesulitan ada kemudahan. dan surah Al Baqarah ayat 216 yang mana boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik untukmu dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu amat buruk bagimu. Kau pun merasa sedih dengan pesan yang Ibu sampaikan. Kamu begitu menghargai Ibu, yang mana video itu Ibu buat dengan penuh semangat. Di usia Ibu yang tua ini masih mau belajar tutorial membuat sesuatu untuk anaknya.
Arif, Pesan Ibu untuk kamu baik-baik di sana. Dan Ibu yakin kamu mandiri, dan kamu punya modal pemahaman agama yang bagus. Bahkan Ibu kaget, bahwa anak muda sepertimu bacaannya Tafsir Ibnu Katsir. Setiap kali Ibu melihat laut, Ibu semakin yakin dan semangat karena ada ditengah laut sana anak Ibu yang sedang berjuang mengarungi lautan dengan membawa keikhlasan dari Ibu. Dan semoga nanti di Desember 2020 kita berjumpa seusai perjalanan mu di lautan itu. Ibu tunggu di Tumpak Sewu ya dengan derunya air terjun di sana. Yuk kita bernyanyi bahwa semua akan baik-baik saja. Syalalala.... Everything will be ok...
Bandar Lampung, Maret 2020
Lock Down, Stay safe at home.
Ibumu, Nurdiana.

Wuiiih tulisannya buat si anak yang sedang melaut ya Bun, menarik sekali surat dengan pesan-pesan manisnya.
BalasHapushehe makasih ya kalian itu adalah semangat ibu dihari tua ini ,dan masih bisa berbuat seseuatu adalah naluri seorang ibu yg punya kasih tak terbatas
BalasHapusmakasih hehe nak kasih ibu itu kan sepanjang jalan ...dimata ortu anak itu selalu saja kecil π dan dirindukan
BalasHapusAku baca dari atas sampai kebawah tanpa d skip satu kalimatpun , rasa nya aku belajar banyak dari cerita kalian berdua ... Semoga selalu lekas d berikan kesehatan ... Happy terus dan jaga mood ya ..ππ
BalasHapuskok mau nangis ya ,kamu begitu perhatian dan baik banget tengkiyu doa itu lebih dari segala ,jadi semangat nih pengen nulis lagi ,mood oh mood tetap harus baik ππ
HapusWuiiihhh kerennnnnn......ππππ
BalasHapussapa nih MrX moga ini awal dari sesuatu ,tengkiyu πͺπ
Hapushmmm semoga kreen beneran berkat doa nya ..tengkiyuπͺπ
HapusSometimes,,
BalasHapuskita dipertemukan dgn seseorang yg memiliki kemiripan dgn diri kita
(bisa dari segi ketertarikan trhdap sesuatu, cara sudut pandang, cara menyikapi hidup, cara bertahan, cara berjuang dll).
Warna warni kehidupan akan slalu ada, trgantung kita untuk memberi warna apa pada mereka...
π€
Salam hangat untuk Bunda berjiwa peri dan Bujang si pengelana...
hai bujang pengelana ,kok jadi tersanjubg nih di bilang Pety Peri ππ hehe doa kan saja ide ide bisa mengalir ,meski usia dah senja ,dan bisa komunikatif dengan kalian lintas usia
BalasHapusAku terkesimah kok kesannya yaa,,tp sudahlah doaku memyertai ibundaku tersayang,dan juga abangkuu ,,kalian inspirasi
BalasHapusMaksud nya kesan nya gimans ???? apapun itu tengkiyu lup u π
BalasHapusWah keren banget bang arif.. Semoga senantiasa dalam lindunganNya ya bu. Bisa kerja sambil jelajah ya bu, keren pisanπ stay healthy and stay positive ya π
BalasHapusMakasih Blogger kren doa nya moga kita bisa ke Tumpak Sewu bareng sepulang nya Arif Des 20 nanti ,stay safe ya π
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterharu bacanya nekkk π aku doain sehat2 semua yahhh, jadi Desember nanti bisa berkumpul sesuai rencana, aamiin ...
BalasHapusmakasih saat ini emang doa yg harus kita perbanyak ,dan berserah diri pada Allah ,semoga semua virus cpat berlalu
BalasHapusBaguss bangett ceritanya buk.. bikin aku terharu membacanya
BalasHapushehehe makasih ,siapa ya ππ kasih ibu tiada bertepiππ
BalasHapusAlur kisah yang membawa kita pada alunan nada dalam kata yang menyentuh,realita yang membaca kita pada sebuah cerita bak telenovela,keren Bund,Kerinduan ibu adalah sebuah doa yang sangat berharga buat Arif bund...
BalasHapuskerinduan yang sudah diikhlaskan.
Hapusuntuk selanjutnya baca tulisan terbaru ya. jadi semangat untuk terus buat tulisan
Wooow.. keren bu, diusia yang tidak lagi muda tapi ibu sangat bersemangat untuk tetap berkarya. Ceritanya inspiratif bagi kaum penggemar traveling yang salah satunya adalah saya. Tema yang diusung menarik, restu dan doa seorang ibu kepada anaknya yang bekerja namun sekaligus memenuhi kebutuhan hobby travelling-nya, amazing!
BalasHapusiya dong tetap produktik apalgi di masa lockdown kyk gini. nah baca lagi tulisan Ibu yang terbaru ya
BalasHapusIbuu ... Kereeen banget narasi yang Ibu tulis
BalasHapushahaha mks ya mungkin ini blum memenuhi standar oenulisan bahasa ,namun skan di coba menyesuai kan
HapusUni...buat novel yook..
BalasHapushahaha ketingggian ,latihan dulu ππ
Hapuskeren banget bu apalagi pesan pasannya.
BalasHapusseorang ibu yang senantiasa menunggu anaknya pulang yang sedang berlayar��
Alhamdulillah ,bagi seorang yg biasa berkecimpung dengan murid ya rasanya dah jadi anak sendiri yg merapat π
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuswahh keren banget buu pesanpesan nya jugaa. ini pernah ibu ceritain di kelas. tapi tetep gamau skip tulisan ini sedikitpunπ
BalasHapusHehe ibu yuh duka kasih info siapa tahu terinspirasi gitu❤️
Hapusaku baca dari awal bun, banyak pesan dan juga kesan nya ya bun, wuhhhhhh keren nya bunda sekaligus terharu akutuπ₯°
BalasHapusAlhamdulillah semoga Rahmatan lil alamiin ,Arif hanya anak yg ibu knal lewat instagram❤️
HapusWuidihh 30 negaraaa pengen dong ikut naek kapal yang gede banget itu
BalasHapusArif pernah bilang ,seandai nya kapal nya mampir ke Indonesia ,dia mau ajak ibu naik napal itu ,dan ibu gak perlu lagi baca di Novel ttg seluk beluk kapal ❤️
HapusKeren sekali buu sngat mengispirasi dan banyak sekali pesan dan kesanny
BalasHapusTerimakasih Aamiiin yra ❤️
HapusKerenn banget buuπ terharu bacanyaa ceritanya sangat inspiratif, smoga shat selaluu
BalasHapusJadilah kelak kalian anak anak yg juga memberikan inspirasi kepada orang lain.
HapusPesan pesanya bagus banget Bu sangat menginspirasi
BalasHapusKeren bu, baca dari awal sampai akhir tanpa ada yg kelewat bikin terharu..
BalasHapusWah ibu sama kak arifnya keren bgt, semoga doa-doanya terkabulkan π
BalasHapusMasyaallah ibu, semangatnya terus bertambah, tulisan tulisan ibu menginspirasi, sehat selalu ibuπ₯°
BalasHapusKerennn buuπ£ππ
BalasHapusKeren banget the best pokoknya π
BalasHapusMasya Allah bu,,terus semangatttt Dan menginspirasi kita semua π
BalasHapusMasyaallah bu, terus semangat untuk menginspirasi kita semua
BalasHapusKeren banget bu dan menginspirasi sekali huhu jd terharuπ₯Ί
BalasHapusMasyaallah Bu..π, semoga ibu selalu diberi kesehatan, dan selalu semangat untuk menginspirasi banyak orang..
BalasHapusAamiin Aamiin yra ❤️
HapusKeren banget bu. Ceritanya sekaligus menginspirasi. Dan banyak sekali pelajaran yang di dapat, ketika membacanya♥️. Sehat selalu untuk kak arif,ibu. Dan juga keluargaπ
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSecara kasat mata kayaknya enak banget ya jadi Bang Arif, bisa jalan kemana-mana.
BalasHapusTapi dibalik itu aku yakin ada banyak suka duka yang beliau lewati.
Tapi tetep sih aku ngiri pingin keliling dunia juga haha
Semga dipermudah segala-galanya.
Titip salam ya buuuu :))))
Yey, kamu juga kan keliling dunia keliling Indonesia, explore Indonesia mengenalkan pada dunia. ❤️❤️
HapusKeren banget bu ceritanya π
BalasHapus